Misteri Senjata Api Pembunuh Indria BNN

Indria Kameswari meregang nyawa saat sebagian warga Perumahan River Valley, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, menjalankan ibadah sholat Idul Adha. Sebutir peluru menembus punggungnya dan merobek paru-paru serta mematahkan dua tulang iga di sisi kanan. Pelaku penembakan adalah suaminya sendiri, Mochamad Akbar yang sebelumnya mengaku bernama Abdul Malik Aziz.

Pagi itu, Jumat 1 September 2017, suara letupan senjata api memecahkan keriuhan warga muslim yang sedang merayakan hari Raya Idul Qurban. Mutia, gadis cilik berusia sekitar 4 tahun yang merupakan buah cinta pasangan suami-istri itu terhenyak. Ia kemudian berlari ke luar rumah untuk memberi tahu tetangga bahwa ibunya tergeletak di kamar mandi.

Warga kemudian bergegas berdatangan ke rumah Indria dan menemukan wanita itu tertelungkup di kamar mandi dengan sebuah luka tembakan di punggung. Warga kemudian memindahkan Indria dan meletakkan tubuhnya di atas kasur di ruang tengah. Petugas keamanan perumahan River Valley lalu menghubungi aparat kepolisian.

Warga belum tahu apa yang baru saja terjadi di rumah bercat oranye itu. Namun, seorang warga mengaku sempat menyaksikan suami Indria tergesa-gesa meninggalkan rumah menggunakan mobilnya sebelum banyak warga berdatangan.

Tim identifikasi polisi kemudian memastikan pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) itu tewas karena luka tembak di punggungnya. Suami Indria langsung diburu berbekal keterangan dari Mutia dan warga yang melihat Akbar buru-buru pergi meninggalkan rumah sesaat setelah membunuh istrinya.

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menemukan keberadaan Akbar. Dua hari berselang, Minggu 3 September 2017, petugas gabungan Polres Bogor dan tim Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN serta Polda Kepulauan Riau berhasil menangkap Akbar di rumah kerabatnya di Tanjung Buntung, Batam, Kepulauan Riau.

Akbar tak melawan saat ditangkap. Kepada polisi ia mengaku telah menembak istrinya hingga tewas. Namun di mana senjata api yang digunakan untuk menghabisi nyawa istrinya masih tak jelas rimbanya.

Akbar terus berkelit dan beberapa kali mengaku sakit saat diperiksa polisi. Keterangannya kepada polisi masih berubah-ubah dan berbelit.

Titik terang mulai terlihat ketika polisi mulai menelusuri jejak pelarian Akbar ke Batam melalui bandara Halim Perdanakusumah. Dari rekaman CCTV terlihat Akbar tengah berada di bandara itu pada Jumat 1 September.

Berdasarkan manifes pesawat, Akbar diketahui akan pergi menuju Batam, Kepulauan Riau.

Yang mengejutkan, kepergian Akbar ke Batam melalui bandara Halim itu sebenarnya sempat tak mulus. Ia tak bisa melintasi petugas pemeriksaan karena ditemukan benda logam saat hendak melintasi pemeriksaan sinar x-ray.

Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan tiga butir peluru. Akbar sempat berkilah kalau peluru itu milik kakaknya yang bekerja sebagai “anggota”.

Peluru itu lalu disita petugas keamanan bandara. Akbar tak ikut ditahan dan bisa lolos dari pemeriksaan karena memanfaatkan jeda pergantian petugas yang memeriksa penumpang.

“Tersangka menunggu pergantian shift untuk menghindari petugas yang tadi memeriksa dia dan Akbar berhasil terbang ke Batam,” ujar Kasat Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Bimantoro Kurniawan di Mapolres Bogor, Jawa Barat.

Kepolisian hingga kini masih terus mencari keberadaan senjata api yang digunakan Akbar. Ada kemungkinan pistol itu dibuang atau disembunyikan di suatu tempat.

Akbar telah dikeler penyidik ke beberapa tempat untuk menunjukkan keberadaan pistol yang digunakan untuk menghabisi nyawa istrinya. Namun Akbar terus berkelit.

“Dia tidak mau mengaku di mana menyembunyikan senjatanya. Untuk senjata api, kami masih mencarinya dengan intensif. Sementara untuk saksi sudah ada tujuh orang yakni tetangga dan putri korban,” kata Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Dicky Pastika.

Penyidik juga mendalami dugaan pistol itu dititipkan Akbar ke orang lain. Sebab dari rekaman CCTV di Bandara Halim terlihat seperti ada orang lain yang menyertai kedatangan Akbar di bandara sebelum menuju ke Batam.

“Kami masih melakukan penyelidikan terkait pihak-pihak yang membantu tersangka melarikan diri,” ujar Kasat Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Bimantoro Kurniawan di Mapolres Bogor, Jawa Barat

Polisi hingga kini terus mendalami profil tiga butir peluru yang disita petugas dari Akbar. Kaliber dan jenis peluru masih terus didalami.

Akbar ditahan di Polres Bogor untuk menjalani pemeriksaan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap kasus pembunuhan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s