Dibalik Nama

Lamat-lamat terdengar dari seberang jalan. Dari sebuah Masjid yang sesak oleh jamaah Shalat Tarawih.

Saya sedang melahap habis semangkuk bubur kacang ijo (burjo) di warung depan Masjid, ketika sang pengkhutbah mendawamkan kata-katanya. Dia bercerita soal makna dibalik nama.

“Aneh, Al Amien itu gelar yang disematkan untuk Nabi Muhammad karena dia orang yang jujur. Al Amien itu artinya orang yang dipercaya. Lha, kenapa tiba-tiba ada tulisan besar di koran bilang Al Amien ditangkap akibat terima suap”

Masih kata pengkhutbah yang hanya saya dengar gelegar suaranya dari pengeras suara Masjid, yang distel keras, melindas suara desingan motor yang melintas.

“Ada lagi. Bulyan Royan ditangkap menerima suap. Bayangkan, Royan itu pintu istimewa. Pintu memasuki surga yang hanya bisa dimasuki orang-orang yang berpuasa seperti kita ini. Namanya Babul Royyan” ujarnya tegas.

Belum selesai khutbahnya, saya pulang setelah membayar semangkuk burjo. Di kamar saya kembali memikirkan dawam sang pengkhutbah tadi. Katanya, nama itu doa – dari orangtua yang memberikan nama- agar kelak sang anak yang diberi nama itu menjadi seperti yang dikehendaki dalam doa. Jadi, kalau doanya saja menjadi orang yang terpercaya, lalu apa jadinya jika ternyata menerima suap?

Kalau begitu, salah namanya apa salah orangnya.

Rz, nama-saya-gak-ada-doanya

Iklan

3 thoughts on “Dibalik Nama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s