Rumah Sakit Untuk Orang Berduit

Benar kata Eko Prasetyo penulis buku Orang Miskin Dilarang Sakit. Dalam bukunya yang laris manis itu, dikatakan sistem kesehatan di Indonesia berbau diktator, tidak pernah adil, dan diskriminatif terhadap pasien berkantong tipis. Sinyalir itu tentu benar ketika beberapa hari ini tersiar kabar sejumlah pasien di RSCM diusir hanya karena mereka pasien berkategori “Gakin” alias pemegang  lisensi Keluarga Miskin.

Ya Tuhan!! Apa salah menjadi miskin??

Menolak dibilang mengusir, pihak RSCM berdalih gedung perawatan Irna B yang selama ini ditempati para pasien tersebut, akan direnovasi sehingga mereka diminta untuk mencari penginapan di rumah kerabat terdekat atau menyewa rumah singgah.  Masih terus mencari senjata berkelit, pihak RS yang diamini Menkes Siti Fadilah Supari menganggap mereka-mereka itu kategori pasien rawat jalan dan bukan rawat inap yang memerlukan perawatan dengan menginap di RS.

Padahal, mayoritas mereka yang terusir itu adalah penderita penyakit serius -kalau tidak ingin dikatakan mematikan- seperti tumor, dan ginjal.

Setelah terusir, mereka terpaksa mengungsi di kantor LBH Jakarta yang mau menampung mereka. Beralaskan tikar tipis dan bantal seadanya mereka nglosor di lantai dingin tanpa sedikit sentuhan perawatan medis apapun. Seorang Bapak pasien tumor perut yang sudah tak tahan lagi merasakan deritanya sampai berujar “Kalau ada orang yang mau membunuh Saya, lebih baik saya dibunuh saja”.

Ternyata, di negeri ini rumah sakit memang tak pantas bagi orang tak berduit. Jika mereka memang tak bisa mendapat akses kesehatan, mungkin perlu dibuat papan peringatan di depan RSCM itu yang kira-kira bunyinya “Punya Duit Silahkan Anda Masuk. Tidak Punya Duit Silahkan Anda Pergi”

image croped from Kompas.com

Rz, Biarkan-Orang-Kaya-Saja-Yang-Sakit

Iklan

8 thoughts on “Rumah Sakit Untuk Orang Berduit

  1. berarti sekarang rumah sakit sudah mengikuti sekolah yg sudah duluan diperuntukkan untuk orang2 kaya ya bro?

    kemaren barusan masukin ponakan ke esempe, total habis sekitar 1,5 juta belum buku2nya. saya aja dulu tahun 98 masuk kuliyah di PTN nggak habis sampek segitunya…

  2. saya liat tuh britanya di tipi..
    ya ampun nyaris ga percaya, secara RSCM tuh banyak nerima pasien dr mana2..
    tp ternyata emang nyata ya..
    kasiyan liat pasien2 itu.. kenapa ya dibilangnya mereka pasien rawat jalan.. tega bener..! ngomong koq asbun si ibu!
    apalagi pas denger alesan selanjutnya.. katanya mereka ga jelas surat2nya dll.. yaoloooohhh.. atopluloooohhh..
    orang udah pada sakit & sekarat, koq masih aja ditanya surat2??? manusia macam apa sih?
    huh! emosi deh gw jd nya…

  3. orang berduit otomatis akan bisa mendapatkan perawatan dan fasilitas yang lebih baik karena mereka bisa membayar untuk itu. setidaknya, mereka tak kesulitan menebus obat, meminta kamar kelas satu, bahkan mendatangkan dokter dari sana-sini. jadi geregetan. mungkin itu juga yang dirasakan michael moore waktu membuat film SICKO.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s