HARMOKO: hari-hari omong kosong

Kalimat “..atas petunjuk Bapak Presiden…” kerap meluncur dari mulutnya.

Akronim Klompencapir yang merupakan kependekan dari Kelompok Pendengar Pembaca dan Pirsawan, serta jargon mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga, juga produk cangkem Menteri berambut klimis ini.

Zaman orde baru, perannya cuma berkoar-koar jadi corong Soeharto menyebarkan informasi dus doktrin atas nama pembangunan. Kalau ingat ritual Safari Ramadhan, itu ciptaan dia untuk bertemu masyarakat bawah.

Mulanya ia hanya wartawan Pos Kota yang kemudian menjadi Ketua PWI. Awal karirnya malah sebagai ilustrator koran. Setelah merapat pada pusaran orde baru, Soeharto mengangkatnya jadi Menteri Penerangan. Dan ketika Soeharto tutup riwayat kekuasaan pada 1998, ia hilang bak ditelan bumi. Dia dianggap sebagai brutus, karena meminta Soeharto –orang yang membesarkannya– mundur dari jabatan Presiden saat menjabat Ketua DPR-MPR tahun 1998 silam.

10 tahun ia sirna dari pemberitaan. Padahal, jaman dulu tiada hari tanpa Harmoko di layar televisi. Sekarang, tiba tiba ia kembali menongolkan wajahnya di media massa. Berita pendeklarasian Partai Kerakyatan Nasional (PKN) yang menempatkan putra Nganjuk ini di jabatan Dewan Pembina, kontan menarik perhatian orang Indonesia pada sosok ex-anak emas Soeharto jaman orba dulu.

Harmoko mau ngapain? Kira-kira begitu pikir beberapa orang. Menanggapi kemunculan Harmoko, pengamat politik LIPI Hermawan Sulistyo menganggap si hari-hari omong kosong itu sedang dihinggapi sindrom selebritis. “Dia mungkin terkena apa yang disebut sindrom selebritis. Seperti mantan pejabat dan petinggi-petinggi militer jaman dulu yang ramai-ramai membuat partai”.

Ungkapan lebih nyinyir datang dari bos Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir, “Harmoko sedang melakukan lelucon politik, April Mop!” katanya.

Semoga Harmoko sadar manuvernya itu sedang ditertawai berbagai pihak sampai terpingkal-pingkal. Meski dia sempat bilang “saya gak omong kosong, saya ini hari-hari omong kongkrit”

waduh!!!…

Rz, bukan-penggemar-harmoko

Iklan

7 thoughts on “HARMOKO: hari-hari omong kosong

  1. Saya ingat….. hari2 terakhir orde baru pada saat itu si Harmoko yang biasanya njilat silité Soeharto tiba2 berbalik haluan 180 derajad. Cari enaknya sendiri! Kesetiaan apa yg bisa diharapkan dari orang yang pengecut seperti itu??

  2. Tapi kemarin Harmoko bilang dirinya : HAri-hari oMOng KOngkrit… Huuuhhh, Harmoko-harmoko..btw, apa yg diharapin di dari PKN yg dia prakarsai yah ? waduh ngelantur politik nih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s