Ideologis vs Pragmatis

Kawan saya, sebut saja si A. Pemimpin cabang dari sebuah organisasi massa yang memiliki anggota banyak di Indonesia.

Dia mengeluh ke saya gara-gara beberapa fungsionarisnya: Wakil Ketua, Sekjen, dan setengah jumlah Menteri mundur tanpa sebab, saat masa kepemimpinannya baru berjalan beberapa bulan.

Padahal, mereka-mereka yang mundur itu dulu begitu loyal mengantarkan si A meraih kursi pemimpin.

“Kenapa bisa?” tanya si A

Jawab saya singkat, “Anda membangun basis pendukung tidak ideologis!”

“Loh kok bisa?!” jawab si A heran.

Saya uraikan begini. Anda meraih kursi Ketua Umum dengan cara menebar konflik dan melancarkan kampanye kotor terhadap si B – sang pemimpin sebelumnya– dan para pendukung si B.  Itu semua dilakukan melalui mulut dan tangan-tangan kotor para pendukung Anda.

“Tahu gak?” kata saya. Si A masih bengong

Mereka itu cuma butuh Anda untuk meraih posisi di organisasi, tapi sebetulnya mereka tidak seideologi dengan Anda. Mereka-mereka itu pragmatis. Anda hanya dijadikan alat, tak lebih dari sekedar kendaraan misi pragmatis mereka. Ketika misi mereka tercapai, mereka punya kepentingan sendiri dan Anda begitu mudah dilupakan. Tak ada lagi dukungan itu. Malah saya tidak heran melihat seorang Menteri Anda berkhianat. Itu wajar kok! Anda sudah dikelabui.

“Tahu gak? Kenapa mereka mendukung Anda?” tanya saya memecah lamunan Si A. Tapi dia masih menggeleng linglung.

Karena mereka-mereka itu tak bisa mendapat “kendaraan” dari si B. Terlalu banyak pendukung si B yang harus mereka hadapi. Pendukung si B itu ideologis, dengan loyalitas tinggi. Mereka bakal menghadang misi pendukung palsu Anda itu.

Jadi, jangan heran! Salah Anda sendiri membangun pendukung yang cuma pragmatis itu.

“Jadi apa yang harus saya lakukan?” si A bertanya memelas.

“Tunggu saja kejatuhanmu”

“Atau, kalau Anda mau rendah hati, minta maaflah pada si B yang sudah Anda fitnah. Biarkan pendukung si B mengisi posisi yang ditinggalkan pendukung Anda. Mereka-mereka itu orang teruji. Kapabilitasnya jelas” Terang saya.

Rz, saya-ideologis-gak?

Iklan

2 thoughts on “Ideologis vs Pragmatis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s