Nasib Jurnalis

Ching Cheong (58) check-out dari hotel prodeo sehari menjelang Imlek. Ching yang bekerja sebagai koresponden koran Singapura, The Straits Times, bisa merayakan tahun baru kalender China bersama keluarganya lagi.

Kenapa Ching dibui? Ia ditangkap pemerintahan China saat mengunjungi provinsi Guangzhou pada 2005 silam. Menlu China saat itu mengumumkan penangkapan seorang agen mata-mata Taiwan di Guangzhou, yang menjual rahasia negara kepada sebuah Yayasan di Taiwan yang diduga badan spionase. Dialah Ching. Kata Menlu itu, orang yang ditangkap telah mengakui dirinya menjalani spionase.

Tapi Mary Lau, istri Ching, membantah tuduhan pemerintah China yang dinilai mengada-ada itu. Kata Mary, Ching ditangkap setelah berhasil mendapatkan transkrip wawancara rahasia dengan Zhao Ziyang. Zhao adalah pemimpin partai komunis yang pernah menjabat Perdana Menteri China. Setelah turun dari kursi Perdana Menteri China akibat huru-hara Tianamen pada 1989, Zhao dikenakan tahanan rumah.

Setelah ditangkap, Ching sempat menjalani penahanan selama 16 bulan, sebelum akhirnya disidang (hanya) satu hari, dan berbuah vonis 5 tahun penjara serta denda 300 ribu Yuan.

Dua tahun mendekam di penjara Guangzhou, Ching akhirnya dibebaskan tanggal 6 Januari lalu. Pembebasan Ching tidak lepas dari tekanan yang dilancarkan organisasi jurnalis dan organisasi HAM di Hongkong maupun di China.

Tahun 2006, Asosiasi Jurnalis Hongkong (HKJA) bersama 400 reporter di Hongkong pernah mengirim surat terbuka mendesak pembebasan Ching. Seperti kasus yang dialami blogger He Weihua, dan penulis internet Du Daobin, mereka-mereka yang mendukung pembebasan Ching itu menuduh China menggunakan hukumnya secara legal untuk menyensor informasi dan kebebasan bicara.

Reporter Without Borders mensinyalir, hingga kini, China masih menahan sedikitnya 35 jurnalis dan juga beberapa blogger yang dinilai berisik terhadap kebijakan China.

Kalau jurnalis ditahan, dituduh subversif, lalu dibungkam atas nama –meminjam istilah Soeharto– stabilisasi nasional, bagaimana masa depan demokrasi.

Rz, selamat-merayakan-imlek

Iklan

2 thoughts on “Nasib Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s