Upah Jurnalis

Posted in artikel, berita, jurnalisme, kehidupan, opini dengan kaitan (tags) , , , , , , , on Oktober 23, 2008 by rezco

Berapa upah yang layak bagi seorang jurnalis?

Tiap daerah tentu punya ukuran yang berbeda, tapi untuk di Yogyakarta, saya dapat hitungan baru.

Versi Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jogja, kebutuhan layak seorang jurnalis dalam sebulan, yakni: makanan dan minuman sebesar Rp 750.000, perumahan dan fasilitas sebesar Rp 242.667, kebutuhan sandang Rp 149.000 dan ditambah aneka kebutuhan lainnya Rp 1,3 juta lebih. Total kebutuhan Rp 2.480.439. Upah tersebut harus ditambah 10 persen dari total upah sebesar Rp 248.439 untuk tabungan. Sehingga totalnya mencapai Rp 2,7 juta lebih.

Kebutuhan mendasar bagi pemburu berita di Yogyakarta pun, berbeda jika dibandingkan dengan pemburu berita di Ibukota Jakarta. Disana mungkin laptop lebih dibutuhkan, tetapi disini, kendaraan bermotor jelas prioritas utama. Bagi yang pernah tinggal di Yogyakarta pasti tahu benar soal transportasi disini.

Upah layak itu jelas penting. Mengapa? Para jurnalis sadar betul yang namanya menerima “amplop” jelas haram bin terlarang. Itu melanggar kode etik jurnalis. Tapi, kalau upah rendah sementara kebutuhan tinggi, terima amplop pun jelas solusi terpintas. Meski masih banyak juga jurnalis yang bertahan di sisi idealisme untuk tidak menerima amplop. Saya berdiri di sisi itu. Tapi tidak menyalahkan kawan-kawan yang berdiri di sisi lain.

Sejenak saya melirik slip gaji. “Ouwww…masih jauh”

Rz, bisakah-jurnalis-kaya?

Pernikahan Itu

Posted in artikel, berita, kehidupan dengan kaitan (tags) , , on Oktober 17, 2008 by rezco

Hari itu, 14 Oktober 2008 menjadi hari paling bahagia bagi Hendricus Johannes Deijkers dan Christianus Huijbregts. Keduanya telah mengikatkan diri dalam tali perkawinan yang suci di Desa Pupuan Sawah, pinggiran Tabanan, Bali, lengkap dengan busana pengantin khas Bali.

Keduanya warga Belanda, dan dari wajahnya kemungkinan mereka sudah berusia lanjut. Entah kenapa, mereka memilih menikah di Bali lengkap dengan memakai ritual pernikahan ala Hindu Bali. Sebab, pernikahan model mereka justru sesuatu yang lumrah di negara mereka.

Eh..selidik punya selidik, mereka bukan sedang melakukan ritual pernikahan, melainkan ritual pindah agama. Keduanya yang semula beragama Katolik, memilih hijrah ke agama HIndu. Selain karena keduanya sudah lama menetap di Bali dan ingin menjadi orang Bali seutuhnya, langkah pindah keimanan itu lantaran keduanya mempunyai anak angkat asli Bali. Dan keduanya ternyata, mengaku sudah lama menikah di negeri asalnya sana.

Photo by Murdani Usman/REUTERS

Rz, gak-pengen-nikah-di-Bali

Dibalik Nama

Posted in artikel, berita, curhat, kehidupan, opini dengan kaitan (tags) , , , , , , on September 17, 2008 by rezco

Lamat-lamat terdengar dari seberang jalan. Dari sebuah Masjid yang sesak oleh jamaah Shalat Tarawih.

Saya sedang melahap habis semangkuk bubur kacang ijo (burjo) di warung depan Masjid, ketika sang pengkhutbah mendawamkan kata-katanya. Dia bercerita soal makna dibalik nama.

“Aneh, Al Amien itu gelar yang disematkan untuk Nabi Muhammad karena dia orang yang jujur. Al Amien itu artinya orang yang dipercaya. Lha, kenapa tiba-tiba ada tulisan besar di koran bilang Al Amien ditangkap akibat terima suap”

Masih kata pengkhutbah yang hanya saya dengar gelegar suaranya dari pengeras suara Masjid, yang distel keras, melindas suara desingan motor yang melintas.

“Ada lagi. Bulyan Royan ditangkap menerima suap. Bayangkan, Royan itu pintu istimewa. Pintu memasuki surga yang hanya bisa dimasuki orang-orang yang berpuasa seperti kita ini. Namanya Babul Royyan” ujarnya tegas.

Belum selesai khutbahnya, saya pulang setelah membayar semangkuk burjo. Di kamar saya kembali memikirkan dawam sang pengkhutbah tadi. Katanya, nama itu doa – dari orangtua yang memberikan nama- agar kelak sang anak yang diberi nama itu menjadi seperti yang dikehendaki dalam doa. Jadi, kalau doanya saja menjadi orang yang terpercaya, lalu apa jadinya jika ternyata menerima suap?

Kalau begitu, salah namanya apa salah orangnya.

Rz, nama-saya-gak-ada-doanya

Alternatif

Posted in artikel, berita, kehidupan, opini, politik dengan kaitan (tags) , , , , , , , , , , , , , , , on September 7, 2008 by rezco

Pilpres 2009 memang masih lama. Tapi kalau muka lama lagi yang disodorkan, bisa-bisa pilihannya terbatas “dia lagi dia lagi”. Sekedar mengelak dari kejumudan, tak ada salahnya melirik yang alternatif.

Rizal Mallarangeng. Pengusung slogan if there is a will there is away ini memang pantas disaluti. Slogannya sebagai generasi baru, seolah mendobrak pakem hanya orang-orang tua saja yang berani berlari mengejar kursi panas RI-1. Usianya baru 44 tahun, tapi belum jelas bakal mennunggan kuda “parpol” mana.

Fadjroel Rachman. Mantan aktivis ITB era 70-an yang pernah dibui lantaran mengritik orde baru ini, sudah mendeklarasikan dirinya sebagai capres alternatif dalam acara pertemuan aktivis lintas generasi beberapa bulan silam, di depan Tugu Proklamasi. Basis masanya belum jelas, apalagi kendaraan parpolnya. Tapi soal semangat, presenter TVRI ini boleh diacungi jempol lah.

Sutiyoso. Orang-orang tergusur di Jakarta mungkin memendam benci berakar sampai nadi kepada sosok ini. Sosok yang kerap dipanggil Bang Yos, adalah Gubernur Jakarta terunik. Menjadi Gubernur 2 periode dalam masa kepemimpinan 4 Presiden yang berbeda. Tak jelas kendaraannya, kecuali klaim belasan parpol kecil yang tak lolos verifikasi, dan katanya sudah melamar dirinya sebagai capres.

Rizal Ramli. Mantan menteri ini memang belum lugas menyatakan dirinya berniat ikut dalam hiruk pikuk pilpres 2009. Namun, dari apa yang digemborkan sebagai Jalan Baru Perubahan, bisa jadi dia berhasrat juga kesana. Suatu saat ia pernah berujar “jangan pilih Tank Mogok atau Mobil Bekas”. Tahulah maksudnya.

Akbar Tandjung. Kalau saja Partai Golkar tak menggelar Konvensi Capres, bisa jadi Bang Akbar bakal mencari tumpangan lain demi ikut berlari menuju kursi panas RI-1. Ambisi politiknya memang tinggi, tapi diimbangi kepiawaian berpolitik. Jaringannya luas.

Prabowo Subianto. Tiba-tiba jadi pembela petani. Entah kenapa mantan ijo royo-royo yang dulu dikenal kesangarannya itu kini kembali berlari mengejar kursi RI-1. Kendaraannya sepertinya sudah tak samar lagi : Garuda Emas yang berpesan jangan lupa membeli beras, telor, dan buah-buahan dari petani.

Wiranto. Ini juga ijo royo-royo yang masih berambisi menjadi Presiden. Kalah di Pilpres 2004 belum membuat kapok dirinya untuk meraih kursi RI-1. Soal kesangarannya, tak kalah dari Prabowo. Kabarnya duitnya banyak. Kendaraannya sudah dipersiapkan begitu tak lagi mendapat ruang di Golkar.

Soetrisno Bachir. Si Hidup Adalah Perbuatan ini mungkin menyadari betul, perbuatan yang pas baginya adalah membuat iklan. Kendarannya sangat terang: Partai Artis Nasional, lantaran banyak artis jadi caleg dari partai itu.

Silakan dicermati. Alternatifkah mereka. Atau sekedar menjadi figuran dalam keramaian pentas drama menuju RI-1.

Rz, saya-sih-suka-musik-alternatif

Blog Malaysia Today Diblokir

Posted in Blog, Internasional, berita, internet, opini dengan kaitan (tags) , , , on Agustus 29, 2008 by rezco

Saya sering menyambangi blog Malaysia Today untuk sekedar mencuri-curi kabar dari negara jiran itu. Kenapa  saya tidak bertandang ke Bernama.com? Sudah. Tapi, selalu ada angle lain yang saya dapatkan setelah membaca berita-berita disana.

Kenapa beda? Karena ulasan-ulasannya begitu menggigit, dan membuka sudut pandang berbeda terhadap suatu fenomea peristiwa yang terjadi di Malaysia. Tentu saja, sudut pandang yang berbeda dari Bernama.com yang notabene kantor berita resmi milik pemerintah.

Penulisnya berani. Entah ditulis oleh seseorang saja, atau keroyokan, yang jelas situs yang dikomandani Raja Petra Kamaruddin ini begitu kritis dan tajam mengomentari kebijakan-kebijakan pemerintah. Lantaran mengritik dengan tajam itulah, mungkin ada yang kegigit, dan merasa perlu menutup blog ini.

Siapa yang kegigit? Tidak terang juga. Yang terang, pemerintah Malaysia secara resmi memblokir, dan meminta paksa  seluruh penyedia akses internet lokal di Malaysia memblokir situs malaysiatoday.com. Alasannya, situs tersebut dianggap selalu memberikan kritikan tajam dan laporan-laporan sensional.  Semisal, soal tulisan Let`s send the Altantuya murderers to hell,  yang berisi misteri kematian lady escort warga Mongolia, Altantuya Saariibu yang dikaitakan dengan Wakil PM Malaysia Najib Tun Razak. Bulan Mei silam, Raja Petra si pemilik blog ini dijebloskan ke bui lantaran tulisan itu.

Menanggapi blognya yang di-grounded, Raja Petra berujar tegas “Pemblokiran situs itu merupakan salah satu gerakan dari pemerintah untuk membungkam saya, tetapi itu tidak akan menghentikan saya”.

Penguasa Malaysia mungkin terlalu tipis hatinya untuk menerima kritik. Blokir-blokiran sepertinya bakal jadi trend, menggusur bredel-bredelan.

foto: Raja Petra diciduk Polisi Diraja Malaysia

Rz, menunggu-diblokir