Arsip untuk kehidupan kategori

Nyala Semangat

Posted in berita, kehidupan dengan kaitan (tags) , , , , , , , , , on Desember 3, 2008 by rezco

nuryanto Lima tahun lalu, nasib buruk membawa Nuryanto ke rumah tahanan Salemba, Jakarta Pusat.

Dalam sebuah tawuran, dia kedapatan membawa senjata tajam. Meski mengelak bukan miliknya, Nur sulit berkelit.

Dia pun mendekam di sana selama empat bulan. Waktu yang teramat singkat, sebenarnya. Namun dia mendapatkan dunia baru yang menakjubkan: putaw.

Kenikmatan mengalahkan rasa takutnya. Di balik jeruji, Nuryanto berbagi jarum suntik dengan kawan-kawannya. Seorang narapidana yang sudah terinfeksi virus pelumpuh kekebalan tubuh, HIV, memang mengingatkannya akan bahaya penggunaan jarum suntik bersama. Tapi dia tak acuh. Jarum suntik itu pun terus beredar di antara teman, menyemprotkan putaw ke dalam darah.

Dan dia akhirnya menemukan kebenaran di balik nasihat sang teman. Tubuhnya lemah. Berat badannya susut. Diagnosis dokter menghunjamnya. Dia positif terinfeksi HIV. Dia marah, kalut, frustrasi, hingga terpikir mengakhiri hidupnya.

Sahabat. Akhirnya mereka jua yang menghidupkan kembali semangat Nur. Dia bangkit dan tidak lagi merasa sendiri. Bersama teman-teman senasibnya, dia aktif di sebuah organisasi HIV/AIDS untuk memotivasi orang-orang yang senasib dengannya.

Kondisi tubuh yang tidak stabil tidak membuatnya berhenti. Dia melukis. Mengguratkan warna-warna cerah seperti semangat hidupnya yang terus menyala hingga dia berpulang ke Sang Pencipta. Namun, bagi sahabatnya, Nuryanto telah meninggalkan semangat yang tetap menyala.

Tempo Edisi 1 Desember 2008
foto & teks ; Edy Susanto


Rz, jangan-nyuntik-rame-rame

Kemenangan Obama

Posted in artikel, berita, kehidupan, opini, politik dengan kaitan (tags) , , , , , , , , , , , on November 8, 2008 by rezco

obama-menteng1

Siapa sangka ekspresi wajah bocah-bocah SD Menteng yang sedang teriak kegirangan bakal muncul di halaman depan koran NY Times, salah satu koran terbesar di negeri AS sana.

Obama memang sukses mencetak sejarah : Presiden AS pertama berkulit hitam dan keturunan Afro-Amerika. Fakta lainnya, meski tidak penting juga, ia memiliki darah Islam dari garis Ayah dan pernah tinggal di Indonesia dan sebentar mencicipi bangku sekolah di Indonesia. Yang terakhir mungkin alasan kenapa bocah-bocah SD Menteng muncul di NY Times.

Soal kemenangan Obama saya menilainya biasa saja. Pertama, mungkin karena kesuksesan Obama merambah dunia maya untuk medium kampanye. Kedua, Ia juga berhasil merangkul suara kaum muda. Mereka itu pemilih pemula dan jumlahnya mendekati 20 persen dari total pemilih dalam Pilpres AS. Jumlah itu cukup signifikan, mengingat partisipasi warga AS dalam Pemilu cukup rendah, yakni 40 persen.  Ia juga berhasil merebut hati kelompok minoritas, oposisi, dan kaum perempuan yang belum memutuskan pilihan hingga detik-detik terakhir pencoblosan.

Ketiga, Republikan salah memasang kandidat. Mc Cain- Palin relatif kalah bila disandingkan dengan kandidat Demokrat Obama-Biden. Meskipun perlu dicatat, Biden hanya sedikit kontribusinya dalam kemenangan Obama.

Mc Cain sosok orang tua konservatif, gaya bicaranya kaku dan tidak menawarkan sesuatu yang kongkrit bagi calon pemilih. Ia hanya dihormati sebagai pahlawan perang Vietnam lantaran pernah mendekam di tahanan Vietkong selama hampir 5 tahun. Kesan kaku Mc Cain tampak pada 3 kali debat pre-election yang secara gemilang dimenangkan oleh Obama. Konservatif jelas tak memberi harapan bagi warga AS yang sedang dirundung masalah. AS sedang goyah akibat krisis finansial, pengangguran melonjak drastis, dan jumlah utang menumpuk akibat perang di Irak dan Afghanistan.

Obama dengan semboyan Yes, We Can dan Change We Need bagaikan spirit baru bagi warga AS yang sedang murung dan menginginkan harapan. Satu alasan yang masih harus diverifikasi, katanya, beberapa orang tua prajurit AS yang diterjunkan di Afghanistan dan Irak, memilih Obama lantaran ingin anaknya segera ditarik dari medan perang.

topi-jacky-kennedy1

Bagaimana Palin? Bagi saya, dia hanya sukses memelopori trend baru busana dan kacamata wanita. Kejadian yang mirip dengan kepeloporan gaya topi dan kacamata besar Jacqueline Kennedy, istri mendiang Presiden John Kennedy di era 60-an. Sementara Biden sepertinya hanya sekedar pelengkap persyaratan Obama menjadi Capres.

Gelombang dukungan orang-orang kaya di AS dan sejumlah tokoh berpengaruh, juga salah satu faktor kemenangan Obama. Berkat dukungan itu, dana kampanye Obama sanggup menembus rekor hingga 1 Miliar Dollar AS. Padahal, pada Pemilu 2004 lalu, Komisi Pemilihan Federal melansir total dana kampanye dari kandidat Bush dan Kerry hanya mencapai 693 juta dollar AS.

Kemenangan Obama bukan karena keberhasilan ia seorang dan tim suksesnya plus Partai Demokrat. Tapi, ada gelombang dukungan yang tidak terkira yang membantu Obama untuk mencapai White House.

Rz, bukan-lulusan-SD-Menteng

Blog dan Saya

Posted in Blog, internet, kehidupan dengan kaitan (tags) , , , , , on Oktober 28, 2008 by rezco

Berapa lama ngeblog? Buat saya, jawabannya bisa dua macam. Tahun 2002 saya pertama kali mengenal apa itu blog di blogger.com setelah membaca lembaran koran khusus dunia perkomputeran. Mencoba buat account disana tapi, boleh percaya atau tidak, account itu terabaikan hingga bertahun-tahun lamanya.

Tahun 2007 saya kenal wordpress dan tertarik mencobanya. Jadilah sejak saat itu hingga sekarang saya ngeblog disini. Dus, sejak itu pula saya mulai punya koneksi internet lebih dari cukup — dan menunjang — untuk ber-blogging ria.

Kenapa ngeblog? Bagi saya yang tergolong pemula, ada keasyikan tersendiri ketika bisa beropini tentang suatu hal. Selesai ditulis, lalu diposting dan mendapat tanggapan pembaca, itu menambah keasyikan lain. Inilah yang membuat saya tetap suka menulis di blog -walau tak rutin, meski menulis sudah jadi rutinitas harian demi menyambung “nafas” hidup. Saya bangga bisa ngeblog, dan belum pas disebut blogger.

Buat saya, ngeblog masih sekedar hobi. Memindahkan medium beropini dari sekedar lisan ke sebuah tulisan yang bisa dibaca orang. Belum bisa lebih dari itu. Semisal melanjutkan pertemuan di dunia nyata alias kopdar.

Namun itu tetap sesuatu yang saya inginkan kelak. Karena itu, malam tadi saya singgah sejenak di Angkringan Umar Kayam, di syukuran Hari Blogger Nasional. Tidak lama juga. Hanya sempat bersalaman dengan Momon dan bertemu beberapa kawan lama.

Blog sudah menjadi lifestyle kaum urban. Koneksi internet sudah masif sampai ke pelosok desa-desa. Area wifi/hotspot sudah banyak ditemui. Yang penting sekarang ini, bagaimana blogger dan aktivitas ngeblog bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan. Seperti tema yang diusung pesta blgger 2008 : “blogging for society” . Dan, sebagai lifestytle baru, semoga aktivitas ngeblog bisa berada dalam barisan gaya hidup konstruktif.

Selamat hari blogger!

Semoga blog bisa memberi warna baru dalam kehidupan.

Rz, berhasrat-dateng-pesta blogger 2008

Upah Jurnalis

Posted in artikel, berita, jurnalisme, kehidupan, opini dengan kaitan (tags) , , , , , , , on Oktober 23, 2008 by rezco

Berapa upah yang layak bagi seorang jurnalis?

Tiap daerah tentu punya ukuran yang berbeda, tapi untuk di Yogyakarta, saya dapat hitungan baru.

Versi Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jogja, kebutuhan layak seorang jurnalis dalam sebulan, yakni: makanan dan minuman sebesar Rp 750.000, perumahan dan fasilitas sebesar Rp 242.667, kebutuhan sandang Rp 149.000 dan ditambah aneka kebutuhan lainnya Rp 1,3 juta lebih. Total kebutuhan Rp 2.480.439. Upah tersebut harus ditambah 10 persen dari total upah sebesar Rp 248.439 untuk tabungan. Sehingga totalnya mencapai Rp 2,7 juta lebih.

Kebutuhan mendasar bagi pemburu berita di Yogyakarta pun, berbeda jika dibandingkan dengan pemburu berita di Ibukota Jakarta. Disana mungkin laptop lebih dibutuhkan, tetapi disini, kendaraan bermotor jelas prioritas utama. Bagi yang pernah tinggal di Yogyakarta pasti tahu benar soal transportasi disini.

Upah layak itu jelas penting. Mengapa? Para jurnalis sadar betul yang namanya menerima “amplop” jelas haram bin terlarang. Itu melanggar kode etik jurnalis. Tapi, kalau upah rendah sementara kebutuhan tinggi, terima amplop pun jelas solusi terpintas. Meski masih banyak juga jurnalis yang bertahan di sisi idealisme untuk tidak menerima amplop. Saya berdiri di sisi itu. Tapi tidak menyalahkan kawan-kawan yang berdiri di sisi lain.

Sejenak saya melirik slip gaji. “Ouwww…masih jauh”

Rz, bisakah-jurnalis-kaya?

Pernikahan Itu

Posted in artikel, berita, kehidupan dengan kaitan (tags) , , on Oktober 17, 2008 by rezco

Hari itu, 14 Oktober 2008 menjadi hari paling bahagia bagi Hendricus Johannes Deijkers dan Christianus Huijbregts. Keduanya telah mengikatkan diri dalam tali perkawinan yang suci di Desa Pupuan Sawah, pinggiran Tabanan, Bali, lengkap dengan busana pengantin khas Bali.

Keduanya warga Belanda, dan dari wajahnya kemungkinan mereka sudah berusia lanjut. Entah kenapa, mereka memilih menikah di Bali lengkap dengan memakai ritual pernikahan ala Hindu Bali. Sebab, pernikahan model mereka justru sesuatu yang lumrah di negara mereka.

Eh..selidik punya selidik, mereka bukan sedang melakukan ritual pernikahan, melainkan ritual pindah agama. Keduanya yang semula beragama Katolik, memilih hijrah ke agama HIndu. Selain karena keduanya sudah lama menetap di Bali dan ingin menjadi orang Bali seutuhnya, langkah pindah keimanan itu lantaran keduanya mempunyai anak angkat asli Bali. Dan keduanya ternyata, mengaku sudah lama menikah di negeri asalnya sana.

Photo by Murdani Usman/REUTERS

Rz, gak-pengen-nikah-di-Bali