Pernikahan Itu
Hari itu, 14 Oktober 2008 menjadi hari paling bahagia bagi Hendricus Johannes Deijkers dan Christianus Huijbregts. Keduanya telah mengikatkan diri dalam tali perkawinan yang suci di Desa Pupuan Sawah, pinggiran Tabanan, Bali, lengkap dengan busana pengantin khas Bali.
Keduanya warga Belanda, dan dari wajahnya kemungkinan mereka sudah berusia lanjut. Entah kenapa, mereka memilih menikah di Bali lengkap dengan memakai ritual pernikahan ala Hindu Bali. Sebab, pernikahan model mereka justru sesuatu yang lumrah di negara mereka.
Eh..selidik punya selidik, mereka bukan sedang melakukan ritual pernikahan, melainkan ritual pindah
agama. Keduanya yang semula beragama Katolik, memilih hijrah ke agama HIndu. Selain karena keduanya sudah lama menetap di Bali dan ingin menjadi orang Bali seutuhnya, langkah pindah keimanan itu lantaran keduanya mempunyai anak angkat asli Bali. Dan keduanya ternyata, mengaku sudah lama menikah di negeri asalnya sana.
Photo by Murdani Usman/REUTERS
Rz, gak-pengen-nikah-di-Bali
Oktober 19, 2008 pada 11:46 am
reuters salah bikin berita, detik yg ngutip reuters ikut salah bikin berita. heheheh
Oktober 20, 2008 pada 1:06 pm
sampai agama dan keyakinan dikorbankan?
Oktober 22, 2008 pada 4:13 pm
eman gnapa kalo nikah sejenis?
Oktober 22, 2008 pada 4:14 pm
si Opa aja-aja ada,, Opa senyumnya semriwingg.. seneng maen pedang ya Opa
Agustus 29, 2009 pada 4:46 pm
roh tidaklah laki atau perempuan masuk kedalam badan wadag.{reincarnation}sesuai karma ynag terdahulu selamilah siapa ??aku ….aku…aku….smoga kelahiran kelak tumimbal sbg lanang -wadon !!
September 18, 2009 pada 4:18 pm
emang knapa kalau nika sejenis….
lo, pengen atau cemburu, janganlah memandang mereka sebelah mata, mreka lebih berani dan terbuka,
sport buat para gay,