Sosialisme Ala Chavez

“Silahkan bayar minyak kami dengan pisang atau gula” kata Chavez dihadapan negara-negara Amerika dan Karibia pengekspor dan pengimpor minyak. Negara-negara itu biasa disebut juga kelompok Petrocaribia.
Presiden Venezuela yang kental dengan gaya sosialisme ini, juga mengutarakan niatnya menciptakan geopolitik baru di ranah perminyakan. “Kelompok ini tidak akan melayani imperialisme dan kapitalisme” tambah Chavez lagi.
Tentunya Chavez tak sekedar cuap-cuap omong kosong. Ia punya cukup alasan untuk berkata seperti itu. Lihat saja, produksi minyak Venezuela masuk lima besar dunia. 17 negara anggota Petrocaribia disuplai kebutuhan minyaknya oleh negara yang luasnya tak lebih dari setengah luas wilayah Indonesia ini.
Chavez sadar betul, Venezuela bercokol kuat di ranah perminyakan Petrocaribia. AS yang menguasai pasar minyak dunia pun, tak bisa memasuki wilayah ini. Karena itulah Chavez cukup berani beretorika menjual minyaknya dengan pisang, atau gula bahkan.
Apa yang ditawarkan Chavez itu tidak aneh sebenarnya. Lihat saja apa yang dilakukan Chavez kepada Kuba. Negara Fidel Castro itu disuplai 100.000 barel minyak per hari oleh Venezuela. Untuk semua itu, Kuba hanya perlu “membayar” dengan ribuan dokter dan guru yang mengajar gratis di Venezuela.
Berita versi BBC dapat dilihat disini
Desember 25, 2007 pada 3:39 am
sosialisme mana nih?
semua teriak sosialis
Desember 25, 2007 pada 5:55 am
Waduh…. sama dong ya sama produk pesawat kita CN-235 kita yang diimbal beli dengan beras ketan oleh Thailand dulu. Hehehehe….
Desember 25, 2007 pada 10:37 am
Hugo Chavez, figur tegas dari sosialis yang masih konsisten dengan sikapnya yang menetang kapitalisme…. Hmmmm menarik sekali!
Desember 25, 2007 pada 1:03 pm
udah tukeran ama indonesia aja dech… gula ma pisang banyak disini
apa mo sekalian ma tenaganya?? juga boleh…
salutte buat venezuela
Rz: hahaha…setuju!
Desember 25, 2007 pada 3:42 pm
Sosialisme? Ah! entah kapan itu bisa terwujud.
Desember 26, 2007 pada 3:00 am
masih kalah oleh libya dengan muamar khadafinya.
anda kami undang di :
http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/22/%e2%80%9c-para-pendukung-dan-para-pengikutnya-banya-berkeliaran-di-wordpresscom-dan-kepada-para-pengikutnya-saya-undang-anda-untuk-berkomentar-%e2%80%9c/#comment-119
Rz: terima kasih undangannya
*menuju lokasi
Desember 26, 2007 pada 3:39 am
Kemarin lihat yang antri minyak tanah dipedalaman cinere… sosialisme?
-Ade-
Rz: aku yo bingung De! sosialisme ki opo to yo?
Desember 26, 2007 pada 5:51 am
Kalo kita bisa gitu ndak ya? ngejar produksi 1juta barel/hari biar ndak defisit aja ngos2an. duh, indonesia..indonesia…
Desember 26, 2007 pada 4:07 pm
Apapun “bentuk”-nya, yg jelas, gaung demokrasi, sosialisme, entah apapun itu, hanya dinikmati oleh kalangan yg sudah berkecukupan. Bagi yang lapar, ya tetap lapar….
Rz: sepakat. gimana ngomong sosialisme, kalau perut masih lapar
Desember 27, 2007 pada 3:47 am
Waa…andai dokter dan guru tadi mau membaktikan dirì di Negeri kita, terutama daerah pelosok dan pedalaman…
*melamun*
Desember 28, 2007 pada 4:17 am
hikz . . . saya ndak paham
Desember 28, 2007 pada 2:24 pm
Wow Chavez, teruslah acungkan tanganmu ke atas